CARA MENGENDALIKAN FOOD COST YANG AMAN DAN EFISIEN


CARA MENGENDALIKAN DAN MENGHITUNG

FOODCOST YANG AMAN




            Untuk mengendalikan food cost agar sesuai dengan standar manajemen, ada beberapa langkah yang bisa diikuti. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan:
1. Perencanaan Menu yang Tepat

Analisis harga bahan baku: Pastikan untuk memilih bahan baku yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Gunakan bahan lokal dan musiman: Ini biasanya lebih murah dan segar.
Tentukan porsi dengan tepat: Pastikan porsi yang disajikan sesuai dengan standar, sehingga tidak ada pemborosan.

2. Pengendalian Inventori (Stock Control)

FIFO (First In First Out): Gunakan sistem FIFO untuk memastikan bahan baku yang lebih dulu masuk digunakan terlebih dahulu, sehingga menghindari pemborosan atau kerusakan bahan.
Audit stok secara berkala: Selalu periksa stok bahan baku untuk memastikan tidak ada barang yang hilang atau rusak.
Pemesanan yang efisien: Pesan bahan sesuai kebutuhan agar tidak menumpuk terlalu banyak.

3. Pengawasan Karyawan

Latih karyawan tentang penggunaan bahan yang efisien: Ajarkan teknik pemotongan dan persiapan bahan agar tidak ada pemborosan.
Kendalikan porsi makanan: Beri standar yang jelas tentang ukuran porsi agar tidak ada kelebihan penyajian yang menyebabkan food cost naik.
4. Monitoring Food Waste (Pemborosan Makanan)
Pantau limbah dapur: Lakukan analisis terhadap makanan yang terbuang, baik saat persiapan maupun setelah makanan disajikan.
Gunakan bahan sisa dengan kreatif: Manfaatkan bahan yang tidak terpakai dari hidangan utama untuk membuat menu lain.

5. Pemilihan Supplier yang Tepat

Negosiasi harga: Bernegosiasi dengan supplier untuk mendapatkan harga terbaik tanpa mengorbankan kualitas.
Bekerjasama dengan lebih dari satu supplier: Memiliki beberapa pilihan supplier bisa memberikan fleksibilitas dalam hal harga dan ketersediaan bahan.

6. Evaluasi dan Penetapan Harga Menu yang Akurat

Hitung harga pokok penjualan (HPP): Pastikan HPP dihitung secara detail agar harga menu mencerminkan biaya bahan baku yang digunakan.
Sesuaikan harga menu secara berkala: Jika ada kenaikan harga bahan, pertimbangkan untuk menyesuaikan harga menu atau mengganti beberapa bahan agar profitabilitas tetap terjaga.

7. Penggunaan Sistem Teknologi

Software manajemen restoran: Gunakan software untuk memantau food cost, inventori, dan pemesanan bahan baku agar lebih efisien.
Sistem POS (Point of Sale): Membantu melacak penjualan dan bahan baku yang digunakan dengan lebih akurat.

8. Pengendalian Porsi dan Standarisasi Resep

Buat resep standar: Setiap menu harus memiliki resep standar dengan ukuran bahan baku yang telah ditetapkan.
Kontrol penggunaan bahan: Pantau penggunaan bahan untuk memastikan resep diikuti dengan benar.
Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, food cost dapat dikendalikan agar sesuai dengan standar manajemen dan keuntungan bisnis dapat lebih maksimal.

BERIKUT CONTOH CARA MENGHITUNG FOODCOST YANG AMAN

Menghitung food cost sangat penting untuk menentukan harga jual makanan dan mengetahui seberapa efektif penggunaan bahan baku dalam bisnis kuliner. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung food cost:

1. Identifikasi Semua Bahan

Pertama, identifikasi semua bahan yang digunakan untuk membuat satu porsi makanan, termasuk bumbu, sayuran, daging, hingga bahan tambahan seperti minyak goreng, gula, atau garam.

2. Tentukan Harga Bahan Per Satuan

Hitung harga setiap bahan per satuan yang digunakan dalam resep. Misalnya, jika membeli ayam seharga Rp40.000 per kilogram, maka harga per gramnya adalah Rp40.000/1.000 = Rp40 per gram.

3. Hitung Penggunaan Setiap Bahan

Tentukan berapa banyak bahan yang digunakan untuk membuat satu porsi makanan. Misalnya:

  • 200 gram ayam
  • 50 gram sayuran
  • 10 gram bumbu (cabai, bawang, dll.)
  • 10 ml minyak goreng

4. Hitung Biaya Total Bahan untuk Satu Porsi

Kalikan jumlah bahan yang digunakan dengan harga per satuan bahan untuk setiap bahan, kemudian total semua biaya tersebut. Berikut adalah contoh:

BahanJumlah per porsiHarga per satuanBiaya per porsi
Ayam200 gramRp40 per gramRp8.000
Sayuran50 gramRp10 per gramRp500
Bumbu (cabai, dll.)10 gramRp5 per gramRp50
Minyak goreng10 mlRp1.000 per liter (Rp1 per ml)Rp10

Total biaya bahan per porsi: Rp8.560

5. Tambahkan Biaya Tambahan

Selain biaya bahan baku, tambahkan juga biaya-biaya lain yang terkait, seperti:

  • Biaya tenaga kerja (jika langsung dihitung per porsi).
  • Biaya overhead (biaya listrik, gas, air, sewa tempat).
  • Biaya pemborosan (misalnya bahan yang rusak atau tidak terpakai).

Kamu bisa memperkirakan biaya tambahan ini dengan mengambil persentase dari total food cost. Sebagai contoh, jika kamu mengestimasi biaya tambahan 10%, maka:

  • Total biaya tambahan: Rp8.560 x 10% = Rp856

6. Hitung Total Food Cost

Total food cost adalah jumlah dari semua biaya bahan dan biaya tambahan. Dalam contoh ini:

  • Total food cost = Rp8.560 + Rp856 = Rp9.416 per porsi.

7. Tentukan Harga Jual

Setelah menghitung food cost, kamu bisa menentukan harga jual dengan menambahkan margin keuntungan. Margin keuntungan biasanya berada di kisaran 30%-70%, tergantung pada jenis makanan dan strategi bisnis. Misalnya, jika ingin menambahkan margin keuntungan 50%, maka:

  • Harga jual = Food cost / (1 - margin keuntungan)
  • Harga jual = Rp9.416 / (1 - 0.50) = Rp18.832
    (dibulatkan menjadi Rp19.000 atau sesuai keinginan).

8. Persentase Food Cost

Untuk memastikan efisiensi, kamu juga bisa menghitung persentase food cost dengan rumus:

Persentase Food Cost=(Food CostHarga Jual)×100\text{Persentase Food Cost} = \left( \frac{\text{Food Cost}}{\text{Harga Jual}} \right) \times 100

Jika food cost Rp9.416 dan harga jual Rp19.000, maka:

Persentase Food Cost=(9.41619.000)×100=49,6%\text{Persentase Food Cost} = \left( \frac{9.416}{19.000} \right) \times 100 = 49,6\%

Idealnya, persentase food cost berada di kisaran 25%-35%, tergantung pada jenis usaha dan strategi bisnis.

Dengan demikian, food cost bisa dijaga agar tetap terkendali, dan bisnis kuliner bisa berjalan lebih efisien serta menguntungkan.

Komentar