CARA MENGENDALIKAN DAN MENGHITUNG
FOODCOST YANG AMAN
Menghitung food cost sangat penting untuk menentukan harga jual makanan dan mengetahui seberapa efektif penggunaan bahan baku dalam bisnis kuliner. Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung food cost:
1. Identifikasi Semua Bahan
Pertama, identifikasi semua bahan yang digunakan untuk membuat satu porsi makanan, termasuk bumbu, sayuran, daging, hingga bahan tambahan seperti minyak goreng, gula, atau garam.
2. Tentukan Harga Bahan Per Satuan
Hitung harga setiap bahan per satuan yang digunakan dalam resep. Misalnya, jika membeli ayam seharga Rp40.000 per kilogram, maka harga per gramnya adalah Rp40.000/1.000 = Rp40 per gram.
3. Hitung Penggunaan Setiap Bahan
Tentukan berapa banyak bahan yang digunakan untuk membuat satu porsi makanan. Misalnya:
- 200 gram ayam
- 50 gram sayuran
- 10 gram bumbu (cabai, bawang, dll.)
- 10 ml minyak goreng
4. Hitung Biaya Total Bahan untuk Satu Porsi
Kalikan jumlah bahan yang digunakan dengan harga per satuan bahan untuk setiap bahan, kemudian total semua biaya tersebut. Berikut adalah contoh:
Bahan | Jumlah per porsi | Harga per satuan | Biaya per porsi |
---|---|---|---|
Ayam | 200 gram | Rp40 per gram | Rp8.000 |
Sayuran | 50 gram | Rp10 per gram | Rp500 |
Bumbu (cabai, dll.) | 10 gram | Rp5 per gram | Rp50 |
Minyak goreng | 10 ml | Rp1.000 per liter (Rp1 per ml) | Rp10 |
Total biaya bahan per porsi: Rp8.560
5. Tambahkan Biaya Tambahan
Selain biaya bahan baku, tambahkan juga biaya-biaya lain yang terkait, seperti:
- Biaya tenaga kerja (jika langsung dihitung per porsi).
- Biaya overhead (biaya listrik, gas, air, sewa tempat).
- Biaya pemborosan (misalnya bahan yang rusak atau tidak terpakai).
Kamu bisa memperkirakan biaya tambahan ini dengan mengambil persentase dari total food cost. Sebagai contoh, jika kamu mengestimasi biaya tambahan 10%, maka:
- Total biaya tambahan: Rp8.560 x 10% = Rp856
6. Hitung Total Food Cost
Total food cost adalah jumlah dari semua biaya bahan dan biaya tambahan. Dalam contoh ini:
- Total food cost = Rp8.560 + Rp856 = Rp9.416 per porsi.
7. Tentukan Harga Jual
Setelah menghitung food cost, kamu bisa menentukan harga jual dengan menambahkan margin keuntungan. Margin keuntungan biasanya berada di kisaran 30%-70%, tergantung pada jenis makanan dan strategi bisnis. Misalnya, jika ingin menambahkan margin keuntungan 50%, maka:
- Harga jual = Food cost / (1 - margin keuntungan)
- Harga jual = Rp9.416 / (1 - 0.50) = Rp18.832(dibulatkan menjadi Rp19.000 atau sesuai keinginan).
8. Persentase Food Cost
Untuk memastikan efisiensi, kamu juga bisa menghitung persentase food cost dengan rumus:
Jika food cost Rp9.416 dan harga jual Rp19.000, maka:
Idealnya, persentase food cost berada di kisaran 25%-35%, tergantung pada jenis usaha dan strategi bisnis.
Dengan demikian, food cost bisa dijaga agar tetap terkendali, dan bisnis kuliner bisa berjalan lebih efisien serta menguntungkan.
SEMOGA BERMANFAAT
"Salam Kuliner"
Klik link dibawah, untuk segala kebutuhan dapur anda👇👇👇
Komentar